Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
Showing posts with label informasi umum. Show all posts
Showing posts with label informasi umum. Show all posts


Di dunia, ada berbagai tradisi menyangkut seksualitas yang telah menjadi warisan turun-temurun selama berabad-abad. Sebagian, dianggap manusia modern sebagai tradisi yang aneh, bahkan tabu. Sebagaimana dilansir Askmen, ada lima budaya seks yang dianggap tabu.

#5 Tradisi minum air mani tetua suku
Praktik yang berlaku di Zambia ini dilakukan para remaja pria yang beranjak dewasa. Mereka diwajibkan meminum air mani tetua suku untuk mempersiapkan mereka menuju kedewasaan.

#4 Seks pranikah di Iran
Seks sebelum menikah dianggap dosa berat di negara-negara Muslim. Tapi di sebagian masyarakat Iran, hubungan seksual sebelum menikah merupakan tradisi yang umum.

#3 Poliandri di Himalaya

Seorang wanita yang memiliki banyak suami yang saling bersaudara, umum terjadi di wilayah sekitar Himalaya. Tradisi kuno ini digunakan sebagai cara praktis menghindari pemecahan lahan pertanian yang merupakan aset paling berharga di suatu keluarga.

#2 Pemutihan organ genital di Asia Tenggara
Empat dari 10 wanita di Asia Tenggara melakukan perawatan pemutihan kulit di bagian organ genital mereka. Tradisi ini meyakini bahwa kulit putih di area intim membuat mereka jadi lebih seksi.

#1 Bercinta dengan keledai di Kolombia
Di Cartagena, kota di Kolombia Utara, ada tradisi di mana para remaja laki-laki secara rutin berhubungan seks dengan keledai.

Sumber :  http://life.viva.co.id/
»» Selanjutnya>>>

Di dalam bangunan semi permanen seluas 2,5 X 4 meter ini terdapat dua pusara bernisan batu. Satu diantaranya berbalut kain putih. Masyarakat Desa Narimbang, Kecamatan Conggeang, Sumedang, menyebutnya makam Mbah Cacagati. Ia adalah leluhur mereka yang juga pendiri desa Narimbang. Bagi peziarah asal Indramayu, makam ini dikenal pula sebagai patilasan Prabu Siliwangi dan Sunan Giri yang patut diziarahi menjelang musim tanam.

Makam Mbah Cacagati terletak di hutan Sawah Kalapa lereng Gunung Tampomas. Selain letaknya yang terpencil karena berada di tengah hutan, dua makam ini amat dikeramatkan. Dua tahun silam, tragedi besar terjadi. Di atas pusara makam keramat ini terjadi pembantaian lima peziarah asal Indramayu. Darah segar pun bersimbah mengotori makam. Banyak yang mengatakan mereka adalah tumbal makam itu karena akan terjadi perbuatan terkutuk.

Pasca kejadian itu, makam Mbah Cacagati pun semakin dikeramatkan. Bahkan kesan angker semakin melekat. Menurut warga setempat, darah segar yang pernah memercik dan membasahi nisan yang terbuat dari batu itu, sudah lama dibersihkan. Namun entah kenapa, seringkali warga mencium semilir bau amis darah dari kompleks makam ini. “Kejadian pembantaian di makam ini sudah lama, tapi bau darahnya sering tercium dari jauh,” tutur Wardi, warga Narimbang.

Makam Keramat

Di kaki Gunung Tampomas memang terdapat dua makam keramat. Diantaranya makam Mbah Cacagati di Blok Sawah Kalapa dan sebuah lagi di puncak Gunung Tampomas. Bagi warga setempat, kedatangan orang asing yang tiada lain adalah para peziarah, bukan hal baru. Sudah sejak lama hal itu berlaku. “Selama ini tidak pernah ada kejadian apapun. Kejadian yang lalu itu hanya kebetulan saja, bukan akibat makam yang minta tumbal,” tutur Ki Oso bin Hasan (63), kuncen makam Mbah Cacagati.

Ki Oso memang tak menampik bila makam yang ditungguinya secara turun temurun itu dikeramatkan. Menurut dia, selain makam Mbah Cacagati, tempat itu juga merupakan makom atau patilasan. Tentu saja bukan sembarang orang yang meninggalkan tapak penting di tempat itu. “Dia adalah Eyang Prabu Siliwangi dan Prabu Sunan Giri,” ujar Ki Oso.

Keberadaan tempat keramat ini, terangnya, sudah terkenal kemana-mana. “Banyak yang mempunyai hajat tertentu datang dan menginap di makam ini. Termasuk lima peziarah yang jadi korban itu. Mereka datang ke sini dan menginap sejak tiga hari lalu,” ujarnya lagi.

Menurut Ki Oso, warga Indramayu bahkan menganggap penting keberadaan makam ini. Mereka meyakini bila usai panen dan menghadapi masa bercocok tanam, mereka merasa harus ziarah ke makam tersebut. Tak jelas apa motivasi mereka. Yang pasti, kata Ki Oso, sudah sejak bertahun-tahun mereka melakukan ziarah itu. Ada yang datang secara rombongan, namun tidak jarang yang ziarah perorangan. Umumnya mereka tidur di tempat itu. “Tidak jarang ada peziarah yang sudah berkali-kali datang ke makam ini,” kata Ki Oso.

Tapak Sejarah

Secara historis, kawasan di kaki Gunung Tampomas ini mengandung tapak sejarah yang penting. Karena itulah warga Narimbang terkesan unik. Hal ini diakui banyak kalangan. Meski sifat ramah tamah warga desa Narimbang tidak diragukan, namun mereka memiliki watak yang keras. Agaknya, sejarah leluhur mereka yang membentuk itu. Soal watak keras masyarakat Narimbang ini sudah terbukti ketika mencoba mempertahankan sesuatu yang dianggap benar. Bahkan tidak segan-segan mereka menyerbu kantor polisi, seperti pernah terjadi beberapa tahun yang lalu.

Menurut sejarah, di desa ini dulu pernah berdiri kerajaan yang bernama Gunung Karang Padjadjaran yang dipimpin oleh seorang ratu bernama Dewi Imbang Rasa. Kerajaan ini dianggap sebagai pecahan kerajaan Padjadjaran pasca kehancurannya. Nah, Dewi Imbang Rasa mempunyai suami bernama Kusumah Yudda. Dari sang suami, Dewi Imbang Rasa dikaruniai tiga orang puteri, yakni Dewi Kencana Ningrat, Dewi Ratna Wulan, dan Dewi Juwita Wati. Dewi Juwita Wati kemudian menikah dengan Syarif Arifin, seorang pria kebangsaan Turki.

Dewi Juwita Wati dikaruniawi seorang anak bernama Putri Cacagati. Sampai akhir hayatnya, Putri Cacagati wafat dan di makamkan di Blok Sawah Kalapa. Sampai sekarang di kenal dengan nama Mbah Cacagati, yang di atas pusaranya terjadi pembantaian lima peziarah. Wilayah kerajaan Gunung Karang ini lumayan luas, mencakup wilayah kecamatan Conggeang, Kecamatan Paseh, kecamatan Buahdua, dan sebagian Kabupaten Subang.

Nah, setelah Gunung Tampomas meletus, ibukota kerajaan sering berpindah-pindah dari Narimbang ke Haur Ngombong Tanjungsari. Kemudian pindah lagi ke Nangtung, Ungkal, Ujung Jaya, dan Cipelang. Setelah itu kembali ke Narimbang. Hingga kini tersebutlah nama Desa Narimbang, yang diambil dari nama Sang Ratu, Dewi Imbang Rasa.
»» Selanjutnya>>>

WANITA umumnya hobi berbelanja. Kebanyakan dari mereka menganggap belanja bisa menjadi alternatif untuk hiburan tersendiri. Terlebih lagi jika salah satu pusat perbelanjaan mengadakan program diskon, bisa dipastikan bahwa pembeli pun akan membanjiri mal atau gerai yang menawarkan harga menarik.

Tak sedikit dari wanita yang selalu kalap saat berbelanja. Terkadang mereka lapar mata dan membeli sesuatu yang diinginkan, bukan dibutuhkan. Belanja memang kebutuhan, namun bukan berarti menjadi boros. Anda harus bisa menjadi konsumen yang cerdas dan berbelanja dengan cara yang pintar. Lalu, bagaimana cara berbelanja yang cerdas itu? Simak tipsnya berikut ini, seperti dikutip dari Only My Health.

1. Pilihlah yang Multifungsi

Jika Anda termasuk penggila belanja, sebaiknya memilih barang yang multifungsi. Misalnya, membeli busana di salah satu butik ternama. Belilah busana yang bisa dikenakan di kala musim hujan maupun musim panas, sehingga busana tersebut bisa Anda gunakan kapan saja. Sama halnya dengan membeli aksesori. Pilihlah yang bisa dikenakan saat acara formal maupun non formal. Dengan begitu Anda tak perlu mengeluarkan uang lebih untuk membeli barang-barang yang harus disesuaikan kapan Anda bisa memakainya.

2. Evaluasi Pilihan Anda

Meskipun Anda menemukan sebuah gaun yang menarik dan indah, Anda perlu mengevaluasi gaun tersebut sebelum memutuskan untuk membelinya. Tanyakan pada diri sendiri, apakah gaun tersebut memang dibutuhkan untuk dikenakan dalam waktu dekat? Apakah gaun itu pas dan cocok untuk dikenakan oleh saya? Akankah saya terlihat mengagumkan jika mengenakan gaun ini? Apakah gaun tersebut nyaman untuk dipakai?

Dari segala pertanyaan tersebut dapat membantu Anda untuk membuat keputusan yang benar. Mungkin memang gaun itu sedang diberikan penawaran menarik sehingga menjadi setengah harga dari harga normal, namun jika gaun tersebut tidak cocok untuk Anda, buat apa membelinya. Yang ada hanya membuang-buang uang saja.

3. Pilih Barang yang Timeless

Ketika Anda memutuskan untuk membeli busana dari salah satu perancang terkenal sekalipun, ingatlah bahwa meskipun tren fashion terus berubah-ubah, namun nuansa klasik tidak akan pernah pudar. Jadi, pilihlah busana dengan desain yang klasik agar Anda dapat terus memakainya tanpa harus berbelanja busana baru lagi nantinya.

4. Konsisten, Teliti dan Cermat

Sebelum Anda pergi untuk berbelanja, buatlah daftar terlebih dulu. Hal ini perlu diterapkan agar Anda tidak boros dan belanja sesuai dengan keperluan yang dibutuhkan. Jika Anda belanja bulanan ke supermarket, sebaiknya teliti dalam memilih produk yang akan dibeli. Cek tanggalnya apakah makanan atau minuman tersebut masih lama jatuh tempo masa kedaluwarsanya.

Anda juga perlu cermat soal harga. Bandingkanlah harga barang yang ingin dibeli. Terkadang barang yang sama memiliki harga yang berbeda di toko atau supermarket lainnya. Jadi jangan segan untuk membandingkan produk dari supermarket satu dengan supermarket lainnya. Hal ini diterapkan agar Anda bisa mendapatkan produk atau barang yang dibutuhkan dengan harga yang termurah.
»» Selanjutnya>>>

Tips Membeli Baju Anak Online

MEMBELI baju anak branded secara online memberikan banyak keuntungan. Selain tidak perlu repot mendatangi mal yang ramai pengunjung, Anda juga dapat membeli baju anak branded yang mungkin sulit ditemui di pusat perbelanjaan. Sebelum berbelanja online, ada beberapa tips yang sebaiknya Anda perhatikan:

1. Berbelanjalah di situs belanja online yang sudah terpercaya dan dikenal. Cek bagian review atau testimonial dari pelanggan bila Anda baru pertama kali berbelanja di sebuah situs baju anak branded untuk mengetahu kualitasnya. Apakah pelayanannya memuaskan, proses pengiriman cepat atau tidak dan lain-lain.

2. Cari referensi. Ada baiknya mencari referensi di tempat lain mengenai situs belanja online yang Anda minati. Anda bisa mencari referensi melalui internet atau melalui teman yang pernah berbelanja di situs tersebut.

3. Ketahui ukuran anak Anda Ukuran busana baik anak maupun dewasa akan berbeda di tiap negara, Amerika atau Eropa memiliki jenis pengukuran yang berbeda. Kedua negara ini biasa menggunakan angka bukan huruf (S,M,L) untuk size busana. Karena itu, Anda sebaiknya tahu dengan pasti ukuran tubuh anak Anda agar tidak salah memilih baju anak branded yang pas dengan tubuh anak Anda.

4. Komunikasi dengan customer service Situs belanja baju anak branded umumnya menyediakan fasilitas chat atau nomor telepon yang bisa dihubungi agar Anda dapat berkonsultasi dengan staff customer service mereka. Manfaatkan fasilitas ini sebaik-baiknya dengan menanyakan mengenai ukuran, bahan dan lainnya sebelum Anda melakukan pemesanan.

5. Bandingkan dengan situs lainnya. Saat ini Anda dapat dengan mudah membeli baju anak branded online, tersedia banyak situs belanja online, baik dari dalam negeri maupun luar negeri. Tidak ada salahnya sebelum Anda melakukan pemesanan, bandingkan produk yang ingin dibeli di situs lain. Selalu ada kemungkinan Anda akan bisa mendapatkan harga yang lebih murah untuk produk yang sama.
»» Selanjutnya>>>


RAPAT PERTEMUAN SOSIALISASI
IJIN PENGAMBILAN AIR ARTESIS BAGI PINEWOOD APARTEMENT

Pertemuan yang dilaksanakan pada tanggal 26 Oktober 2011 sejak pukul 14.00 s/d 17.00 WIB dan bertempat di Balai Desa Cikeruh, dimana pertemuan ini sebagai tindak lanjut dari pertemuan tanggal 22 September 2011 dan dihadiri oleh lebih dari 60 orang yang terdiri dari unsur MUSPIKA (Camat, Polsek, dan Koramil), dari Pemerintahan Desa Kepala Desa termasuk penulis sebagai Kaur Ekbang, BPD, LPM, Para Ketua RW dari RW 01 s/d RW 06 yang berbatasan langsung dengan Proyek Pinewood Apartement, beserta para ketua RT Tokoh Masyarakat, Tokoh Pemuda, Tokoh Agama dan beberapa media juga hadir. Yang bertindak sebagai pembicara yaitu dari Pihak Pemerintah Desa dalam hal ini Kepala Desa yang memaparkan bahwa dalam hal ini pemerintah desa hanya sebagai fasilitator yang mempertemukan pihak warga masyarakat yang berdekatan dengan pihak pengembang Pinewood Apartemen dalam hal ini diwakili oleh Sdr. Deni Morang dan Irda Ridwan sebagai Humas Pinewood dan juga dengan pelaksana proyek pengeboran sumur artesis yaitu CV.Banyu Urip yang diwakili oleh supervisor proyek tersebut yaitu Bp. Rudi. Dalam pemaparannya Kepala Desa hanya menampung aspirasi dan menfasilitasi keinginan dari pihak CV. Banyu Urip untuk melaksanakan proyek pengeboran tersebut, dan menjaga agar kondisi masyarakat tetap kondusif dengan keberadaan proyek tersebut.
Pihak Banyu Urip memaparkan secara teknis pelaksanaan proyek tersebut, bahwa pihak pelaksana telah menempuh berbagai ijin sesuai peraturan yang berlaku, dimulai dengan melaksanakan kajian tentang struktut dan kontur tanah yang akan dijadikan proyek, juga menempuh perijinan dari Dinas Pertambangan dan Energi Kabupaten juga dari Dinas Lingkungan Hidup, dan menyatakan bahwa pengeboran akan dilaksanakan dengan kedalaman 150 M sesuai Perda Kab. Sumedang Nomor : 28 Tahun 2010 bahwa pengeboran air untuk artesis dibolehkan yaitu dengan kedalaman 70 Meter ke bawah, dan dalam teknis pelaksanaannya bahwa nanti lubang pengeborannya akan di cor beton dengan kedalaman 125 M dan sisanya 25 M akan memakai casing sehingga pada gilirannya bahwa kegiatan tersebut tidak akan mengganggu sumber air warga masyarakat sekitar. Dan bahwasanya pihak pelaksana pengeboran tersebut bersedia untuk diawasi atau dimonitor kalau masyarakat khawatir akan mengganggu sumber air masyarakat, dan kemudian pihak pelaksana akan memberikan kompensasi wajib 10% untuk kebutuhan air masyarakat                                                                  sesuai Perda Kab. Sumedang Nomor: 28 Tahun 2010, dan bahkan pihak pelaksana juga akan memberikan kontribusi bagi pembangunan masyarakat disesuaikan dengan kemampuan pihak pelaksana.
Dalam pertemuan tersebut dari masyarakat 6 RW sebanyak 85% menolak dengan adanya proyek tersebut,  pasalnya masyarakat khawatir akan terancamnya ekologi dan sumber mata air warga yang akan dirasakan tidak secara spontan tetapi akan dirasakan dikemudian hari, bahwa pada dasarnya menurut seorang warga mengatakan setelah melakukan kajian dan pencarian tentang keadaan struktur dan kontur tanah yang ada di proyek apartemen adalah terdiri batuan dan kapur, jadi dikhawatirkan kalau diadakan pengeboran air akan meresap ke bawah dan mengancam sumber air warga.
Berbeda dengan ibu Tati yang merupakan warga dari RW 06 menyatakan dan menekan kepada pihak Pinewood untuk segera melaksanakan kegiatan pengkirmiran atau membuat pondasi untuk saluran air yang dari Jatos (Jatinangor Town Square) ke lingkungan warga RW 06, dan dinilai oleh ibu Tati bahwa selama ini pihak Pinewood telah melanggar janji dan hanya janji-janji saja, karena dikhawatirkan akan mengancam lingkungan RW 06 kalau tidak segera ditindak lanjuti, kemudian dijawab oleh pihak Pinewood bahwa pengkirmiran saluran air tersebut akan segera dilaksanakan sebelum bulan Desember karena sesuai dengan MOU antara pihak masyarakat, pemerintah desa, dengan pihak pengembang Pinewood Apartement. Kembali kepada permasalahan artesis bahwa pada dasarnya warga masyarakat menyatakan kalau pihak warga yang ada di Apartement tersebut mendapatkan air maka warga masyarakat sekitar Pinewood juga  sama haknya mendapatkan air. Walaupun dalam pertemuan ini tidak ada kesimpulan yang dapat ditarik, tetapi sedikit demi sedikit bahwa pemahaman masyarakat mulai terbuka terhadap pemaparan yang disampaikan oleh pihak CV Banyu Urip, dan walaupun diawal dibukanya pertemuan ini bahwa 85% warga menolak atau tidak setuju dengan proyek tersebut.
Kemudian yang menjadi alasan  mengapa pihak Pinewood akan melakukan pengeboran sumur artesis tidak mengajukan atau mengambil dari PDAM sebagaimana yang disarankan oleh Sdr. Iwa Cahya, S.Pd selaku Ketua RW 04 Dusun Ciawi, karena setelah sosialisasi dan audiensi dengan pihak PDAM ternyata pihak PDAM tidak menyanggupi debit air yang dibutuhkan oleh pihak Pinewood dan menyarankan untuk membuat sumur artesis papar Deni Morang Humas Pinewood Apartement, dan pertemuan ini akan dilanjutkan pada pertemuan berikutnya dimana masyarakat telah membekali dirinya tentang pemahaman sumur artesis dan juga merumuskan dengan Ketua RT dan RW beserta tokoh untuk mengajukan kompensasi apa yang akan diajukan apabila proyek tersebut dilaksanakan. (deni:contributor desamerdeka.com id Nomor: Jabar.10.004

»» Selanjutnya>>>


Recent Comments