Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
Showing posts with label Teknonet. Show all posts
Showing posts with label Teknonet. Show all posts

Jakarta - Indonesia akan bergabung bersama Malaysia, Singapura, dan Brunei Darussalam untuk mendeklarasikan 700 MHz sebagai digital dividen untuk penerapan mobile wireless broadband menggunakan teknologi Long Term Evolution (LTE).

Joint declaration keempat negara Asean itu akan diresmikan bersamaan dengan pembukaan ajang CommunicAsia di Singapura, Selasa (18/6/2013). Dari Indonesia, perwakilan akan dipimpin oleh Muhammad Budi Setiawan selaku Dirjen Sumber Daya Perangkat Pos Informatika Kementerian Kominfo.

"Saya mewakili Kominfo di pembukaan CommunicAsia besok pagi, ada speech singkat tentang joint declaration empat negara Asean untuk menerapkan APT (Asia Pacific Telecommunity) band plan 700 MHz untuk mobile broadband," ungkap Budi kepada detikINET.

Di Indonesia, frekuensi 700 MHz memiliki lebar pita 328 MHz. Frekuensi ini masih digunakan oleh para penyelenggara siaran TV terestrial free-to-air yang tengah bersiap migrasi dari layanan analog ke digital. Dari hasil migrasi ini terdapat digital dividen 112 MHz pada 2018 nanti.

Sisa spektrum yang baru bisa dimanfaatkan lima tahun lagi di Indonesia, sempat dinilai terlalu lama oleh International Telecommunication Union (ITU) dan GSM Association (GSMA).

Mengutip kaiian The Boston Consulting Group, ITU dan GSMA sepakat harmonisasi frekuensi 700 MHz di Indonesia setelah 2018 bisa menyebabkan potensi kerugian USD 16,9 miliar dari GDP, USD 4,7 miliar dari pajak, gagal terciptanya 79.000 usaha dan 152.000 lowongan kerja.

Sedangkan penundaan harmonisasi selama dua tahun, dari 2014 ke 2016, diyakini bisa menghasilkan kerugian lebih dari USD 7,5 miliar untuk GDP, USD 2,5 miliar untuk pajak, 39.000 usaha dan 75.000 lowongan kerja.

Sebaliknya, jika alokasi frekuensi untuk layanan seluler di 700 MHz setelah 2014 akan menciptakan pertumbuhan GDP USD 39,1 miliar atau lebih dari Rp 383 triliun, menciptakan 145 ribu aktivitas usaha baru, dan meningkatkan penetrasi Internet di kawasan pedesaan sekitar 30%.

Sumber : detik i-net
»» Selanjutnya>>>

Di tengah maraknya pertumbuhan industri game, Indonesia mengalami krisis tenaga ahli. Para produsen kerap kewalahan melayani permintaan klien dari dalam dan luar negeri.

Di sisi lain, Indonesia memiliki potensi besar untuk mengembangkan industri game. Berangkat dari persoalan ini, Pemerintah Indonesia tengah menjalin kerja sama untuk melatih tenaga ahli di bidang industri game.

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Mari Elka Pangestu dan rombongan menghadiri serangkaian pertemuan dengan pihak swasta dan Pemerintah Jepang. Agenda penting dalam rentetan pertemuan itu adalah mengejar kekurangan tenaga ahli dalam bidang industri game.

"Kami sudah bertemu dengan pihak Sony Music Intertainment, Konami, dan Ministry of Economic, Trade, and Industry Jepang untuk memfasilitasi para pemangku kepentingan yang terlibat di sektor ini. Target jangka pendek, kami dapat mengirim pelajar Indonesia mendalami keahlian dalam bidang industri game," tutur Mari Elka Pangestu kepada wartawan Kompas Andy Riza Hidayat yang melaporkan dari Tokyo, Jumat (21/9/2012).

Mari juga menemui pejabat Kementerian Pendidikan dan Teknologi Jepang untuk membicarakan kerja sama serupa. Pada saat yang bersamaan, Indonesia mengambil bagian dalam Tokyo Game Show 2012 yang berlangsung pada 20-23 September di Tokyo, Jepang.

Acara ini menjadi ajang pameran produk dan inovasi terbaru bidang industri game. Beberapa perusahaan game yang mengambil bagian antara lain Sony PlayStation, Nintendo, Sega, Namco Bandai, dan Capcom Co Ltd. Adapun Indonesia diwakili oleh produsen game PT Mythic Perspektif Indonesia dan Agate.

Meski krisis tenaga ahli, ada hal yang membanggakan dalam acara ini. Shieny Aprilia Chief Operating Officer (CEO) Agate menjadi satu-satunya pembicara dari Asia Tenggara di ajang itu.

CEO PT Mythic Perspektif Indonesia Wong Lok Dien, produsen game Altermyth, mengatakan, krisis tenaga ahli menyulitkan pengembangan industri game. "Pertumbuhan perusahaan game di Indonesia terus meningkat. Potensi keuntungan untuk dua perusahaan saja mencapai 1 juta dollar Amerika Serikat per tahun," kata Wong Lok Dien.
»» Selanjutnya>>>

Menurut hasil laporan dari Akamai, rata-rata kecepatan Internet di Indonesia paling rendah, jika dibandingkan dengan negara-negara lain di Asia Pasifik.

Rata-rata kecepatan Internet di kuartal 2 tahun 2012 ini hanyalah 0,8 Megabit per detik atau setara dengan sekitar 100 Kilobyte per detik.

Walaupun begitu, kecepatan Internet di Indonesia di kuartal ini meningkat 7,2 persen dari kuartal lalu dan meningkat 20 persen dari tahun lalu.
 Pemilik kecepatan Internet tertinggi di wilayah Asia-Pasifik adalah Korea Selatan. Di negeri K-Pop tersebut, para pengguna rata-rata menggunakan Internet dengan kecepatan 14,2 Megabit per detik atau setara dengan 1,817 Kilobyte per detik.

Negara-negara tetangga Indonesia, seperti Singapura dan Malaysia, memiliki ranking yang lebih baik untuk masalah kecepatan Internet. Rata-rata pengguna di Singapura dan Malaysia dapat mengakses Intenet dengan kecepatan 5,1 Megabit per detik (652 kilobyte per detik) dan 2,2 Megabit per detik (281,6 kilobyte per detik).

Menurut Chairman Mastel, Setyanto P Santosa, koneksi Internet di Indonesia lambat karena Indonesia salah kaprah dalam menetapkan broadband.

"Sekitar 95 persen koneksi internet di Tanah Air masih memakai koneksi wireless, sisanya memakai kabel. Indonesia itu salah kaprah," kata Setyanto.

Menurutnya, teknologi wireless itu didesain untuk low traffic. Namun, di Indonesia, koneksi itu malah digunakan untuk traffic tinggi. Akibatnya, koneksi internet di Indonesia terkesan lambat.

Padahal, kata Setyanto, sebagai negara berkembang, justru koneksi fixed broadband yang harus diperbesar, bukan malah koneksi wireless.
»» Selanjutnya>>>

SISTEM INFORMASI

Konsep Dasar Sistem


Sistem : kumpulan dari elemen-elemen yang berinteraksi untuk mencapai suatu tujuan tertentu.

Menurut Jerry FithGerald ; sistem adalah suatu jaringan kerja dari prosedur-prosedur yang saling berhubungan, berkumpul bersama-sama untuk melakukan suatu kegiatan atau menyelesaikan suatu sasaran tertentu.

Karakteristik Sistem :

• Memiliki komponen ;
Suatu sistem terdiri dari sejumlah komponen yang saling berinteraksi, bekerja sama
membentuk satu kesatuan. Komponen-komponen sistem dapat berupa suatu subsistem atau bagian-bagian dari sistem. Setiap sistem tidak perduli betapapun kecilnya, selalu mengandung komponen-komponen atau subsistem-subsistem. Setiap subsistem mempunyai sifat-sifat dari sistem untuk menjalankan suatu fungsi tertentu dan mempengaruhi proses sistem secara keseluruhan. Suatu sistem dapat mempunyai suatu sistem yang lebih besar yang disebut supra sistem, misalnya suatu perusahaan dapat disebut dengan suatu sistem dan industri yang merupakan sistem yang lebih besar dapat disebut dengan supra sistem. Kalau dipandang industri sebagai suatu sistem, maka perusahaan dapat disebut sebagai subsistem. Demikian juga bila perusahaan dipandang sebagai suatu sistem, maka sistem akuntansi adalah subsistemnya.
• Batas sistem (boundary) ;
Batas sistem merupakan daerah yang membatasi antara suatu sistem dengan sistem yang
lainnya atau dengan lingkungan luarnya. Batas sistem ini memungkinkan suatu sistem dipandang sebagai suatu kesatuan. Batas suatu sistem menunjukkan ruang lingkup (scope) dari sistem tersebut.
• Lingkungan luar sistem (environment) ;
Adalah apapun di luar batas dari sistem yang mempengaruhi operasi sistem.
• Penghubung sistem (interface) ;
Merupakan media penghubung antara satu subsistem dengan subsistem yang lainnya.
• Masukan sistem (input) ;
Merupakan energi yang dimasukkan ke dalam sistem. Masukan dapat berupa masukan
perawatan (maintenance input) dan masukan sinyal (signal input). Maintenance input adalah energi yang dimasukkan supaya sistem tersebut dapat beroperasi. Signal input adalah energi yang diproses untuk didapatkan keluaran. Sebagai contoh didalam sistem komputer, program adalah maintanance input yang digunakan untuk mengoperasikan komputernya dan data adalah signal input untuk diolah menjadi informasi.
• Keluaran sistem (Output) ;
Merupakan hasil dari energi yang diolah oleh sistem.
• Pengolah sistem (Process) ;
Merupakan bagian yang memproses masukan untuk menjadi keluaran yang diinginkan.
• Sasaran sistem ;
Kalau sistem tidak mempunyai sasaran, maka operasi sistem tidak akan ada gunanya.

2
Klasifikasi Sistem :

• Sistem abstrak ; sistem yang berupa pemikiran atau ide-ide yang tidak tampak secara fisik (sistem teologia)
Sistem fisik ; merupakan sistem yang ada secara fisik (sistem komputer, sistem akuntansi, sistem produksi dll.)
• Sistem alamiah ; sistem yang terjadi melalui proses alam. (sistem matahari, sistem luar angkasa, sistem reproduksi dll.
Sistem buatan manusia ; sistem yang dirancang oleh manusia.
Sistem buatan manusia yang melibatkan interaksi manusia dengan mesin disebut human- machine system (contoh ; sistem informasi)
• Sistem Tertentu (deterministic system) ; beroperasi dengan tingkah laku yang sudah dapat diprediksi. Interaksi bagian-bagiannya dapat dideteksi dengan pasti sehingga keluaran dari sistem dapat diramalkan (contoh ; sistem komputer)
Sistem tak tentu (probabilistic system) ; sistem yang kondisi masa depannya tidak dapat diprediksi karena mengandung unsur probabilitas.
• Sistem tertutup (close system) ; sistem yang tidak berhubungan dan tidak terpengaruh dengan sistem luarnya. Sistem ini bekerja secara otomatis tanpa adanya turut campur tangan dari pihak luarnya. Secara teoritis sistem tersebut ada, tetapi kenyataannya tidak ada sistem yang benar-benar tertutup, yang ada hanyalah relatively closed system (secara relatif tertutup, tidak benar-benar tertutup).
Sistem terbuka (open system) ; sistem yang berhubungan dan terpengaruh dengan lingkungan luarnya.

Lebih spesifik dikenal juga yang disebut dengan sistem terotomasi ; yang merupakan bagian dari sistem buatan manusia dan berineraksi dengan kontrol oleh satu atau lebih komputer sebagai bagian dari sistem yang digunakan dalam masyarakat modern.

Sistem terotomasi mempunyai sejumlah komponen yaitu ;

ƒ Perangkat keras (CPU, disk, printer, tape).
ƒ Perangkat lunak (sistem operasi, sistem database, program pengontrol komunikasi,
program aplikasi).
ƒ Personil (yang mengoperasikan sistem, menyediakan masukan, mengkonsumsi keluaran
dan melakukan aktivitas manual yang mendukung sistem).
ƒ Data (yang harus tersimpan dalam sistem selama jangka waktu tertentu).
ƒ Prosedur (instruksi dan kebijakan untuk mengoperasikan sistem).

Sistem terotomasi terbagi dalam sejumlah katagori :

♦ On-line systems. Sistem on-line adalah sistem yang menerima langsung input pada area dimana input tersebut direkam dan menghasilkan output yang dapat berupa hasil komputasi pada area dimana mereka dibutuhkan. Area sendiri dapat dipisah-pisah dalam skala, misalnya ratusan kilometer. Biasanya digunakan bagi reservasi angkutan udara, reservasi kereta api, perbankan dll.
♦ Real-time systems. Sistem real-time adalah mekanisme pengontrolan, perekaman data, pemrosesan yang sangat cepat sehinga output yang dihasilkan dapat diterima dalam waktu yang relatif sama. Perbedaan dengan sistem on-line adalah satuan waktu yang digunakan real-time biasanya seperseratus atau seperseribu detik sedangkan on-line masih dalah skala detik atau bahkan kadang beberapa menit. Perbedaan lainnya, on-line biasanya

3 hanya berinteraksi dengan pemakai, sedangkan real-time berinteraksi langsung dengan pemakai dan lingkungan yang dipetakan.
♦ Decision support system + strategic planning system. Sistem yang memproses transaksi organisasi secara harian dan membantu para manajer mengambil keputusan, mengevaluasi dan menganalisa tujuan organisasi. Digunakan untuk sistem penggajian, sistem pemesanan, sistem akuntansi dan sistem produksi. Biasanya berbentuk paket statistik, paket pemasaran dll. Sistem ini tidak hanya merekam dan menampilkan data tetapi juga fungsi-fungsi matematik, data analisa statistik dan menampilkan informasi dalam bentuk grafik (tabel, chart) sebagaimana laporan konvensional.
♦ Knowledge-based system. Program komputer yang dibuat mendekati kemampuan dan pengetahuan seorang pakar. Umumnya menggunakan perangkat keras dan perangkat lunak khusus seperti LISP dan PROLOG.



Sistem berdasarkan prinsip dasar secara umum terbagi dalam :

• Sistem terspesialisasi ; adalah sistem yang sulit diterakpan pada lingkungan yang berbeda (misalnya sistem biologi; ikan yang dipindahkan ke darat)
• Sistem besar ; adalah sistem yang sebagian besar sumber dayanya berfungsi melakukan perawatan harian (misalnya dinosaurus sebagai sistem biologi menghabiskan sebagian besar masa hidupnya dengan makan dan makan).
• Sistem sebagai bagian dari sistem lain ; sistem selalu merupakan bagian dari sistem yang lebih besar, dan dapat terbagi menjadi sistem yang lebih kecil.
• Sistem berkembang ; walaupun tidak berlaku bagi semua sistem tetapi hampir semua sistem selalu berkembang.

Pelaku sistem terdiri dari 7 kelompok :

1. Pemakai ;
Pada umumnya 3 ada jenis pemakai, yaitu operasional, pengawas dan eksekutif.
2. Manajemen ;
Umumnya terdiri dari 3 jenis manajemen, yaitu manajemen pemakai yang bertugas menangani pemakaian dimana sistem baru diterapkan, manajemen sistem yang terlibat dalam pengembangan sistem itu sendiri dan manajemen umum yang terlibat dalam strategi perencanaan sistem dan sistem pendukung pengambilan keputusan. Kelompok manajemen biasanya terlibat dengan keputusan yang berhubungan dengan orang, waktu dan uang, misalnya ;
“ sistem tersebut harus mampu melakukan fungsi x,y,z, selain itu harus dikembangkan dalam waktu enam bulan dengan melibatkan programmer dari departemen w, dengan biaya sebesar x”.
3. Pemeriksa ;
Ukuran dan kerumitan sistem yang dikerjakan dan bentuk alami organisasi dimana sistem tersebut diimplementasikan dapat menentukan kesimpulan perlu tidaknya pemeriksa. Pemeriksa biasanya menentukan segala sesuatunya berdasarkan ukuran-ukuran standar yang dikembangkan pada banyak perusahaan sejenis.
4. Penganalisa sistem ;
Fungsi-fungsinya antara lain sebagai :
- Arkeolog ; yaitu yang menelusuri bagaimana sebenarnya sistem lama berjalan, bagaimana sistem tersebut dijalankan dan segala hal yang menyangkut sistem lama.

4
- Inovator ; yaitu yang membantu mengembangkan dan membuka wawasan pemakai bagi kemungkinan-kemungkinan lain.
- Mediator ; yaitu yang menjalankan fungsi komunikasi dari semua level, antara lain pemakai, manajer, programmer, pemeriksa dan pelaku sistem yang lainnya yang mungkin belum punya sikap dan cara pandang yang sama.
- Pimpinan proyek ; Penganalisa sistem haruslah personil yang lebih berpengalaman dari programmer atau desainer. Selain itu mengingat penganalisa sistem umumnya ditetapkan terlebih dahulu dalam suatu pekerjaan sebelum yang lain bekerja, adalah hal yang wajar jika penanggung jawab pekerjaan menjadi porsi penganalisa sistem.
5. Pendesain sistem ;
Pendesain sistem menerima hasil penganalisa sistem berupa kebutuhan pemakai yang tidak berorientasi pada teknologi tertentu, yang kemudian ditransformasikan ke desain arsitektur tingkat tinggi dan dapat diformulasikan oleh programmer.
6. Programmer ;
Mengerjakan dalam bentuk program dari hasil desain yang telah diterima dari pendesain.
7. Personel pengoperasian ;
Bertugas dan bertanggungjawab di pusat komputer misalnya jaringan, keamanan perangkat keras, keamanan perangkat lunak, pencetakan dan backup. Pelaku ini mungkin tidak diperlukan bila sistem yang berjalan tidak besar dan tidak membutuhkan klasifikasi khusus untuk menjalankan sistem.

Hal mendasar dalam pengembangan sistem

Penganalisa sistem merupakan bagian dari tim yang berfungsi mengembangkan sistem yang memiliki daya guna tinggi dan memenuhi kebutuhan pemakai akhir. Pengembangan ini dipengaruhi sejumlah hal,yaitu :
• Produktifitas, saat ini dibutuhkan sistem yang lebih banyak, lebih bagus dan lebih cepat.
Hal ini membutuhkan lebih banyak programmer dan penganalisa sistem yang berkualitas, kondisi kerja ekstra, kemampuan pemakai untuk mengambangkan sendiri, bahasa pemrograman yang lebih baik, perawatan sistem yang lebih baik (umumnya 50 % sampai
70 % sumber daya digunakan untuk perawatan sistem), disiplin teknis pemakaian perangkat lunak dan perangkat pengembangan sistem yang terotomasi.
• Realibilitas, waktu yang dihabiskan untuk testing sistem secara umum menghabiskan
50% dari waktu total pengembangan sistem.
Dalam kurun waktu 30 tahun sejumlah sistem yang digunakan di berbagai perusahaan mengalami kesalahan dan ironisnya sangat tidak mudah untuk mengubahnya. Jika terjadi kesalahan, ada dua cara yang bisa dilakukan, yaitu melakukan pelacakan sumber kesalahan dan harus menemukan cara untuk mengoreksi kesalahan tersebut dengan mengganti program, menghilangkan sejumlah statement lama atau menambahkan sejumlah statement baru.
• Maintabilitas, perawatan mencakup ;
- modifikasi sistem sesuai perkembangan perangkat keras untuk meningkatkan kecepatan pemrosesan (yang memegang peranan penting dalam pengoperasian sistem),
- modifikasi sistem sesuai perkembangan kebutuhan pemakai. Antara 50% sampai 80% pekerjaan yang dilakukan pada kebanyakan pengembangan sistem dilakukan untuk revisi, modifikasi, konversi,peningkatan dan pelacakan kesalahan.

5
Konsep Dasar Informasi:

Informasi: data yang telah diproses menjadi bentuk yang memiliki arti bagi penerima dan dapat berupa fakta, suatu nilai yang bermanfaat. Jadi ada suatu proses transformasi data menjadi suatu informasi == input - proses – output.

Data merupakan raw material untuk suatu informasi. Perbedaan informasi dan data sangat relatif tergantung pada nilai gunanya bagi manajemen yang memerlukan. Suatu informasi bagi level manajemen tertentu bisa menjadi data bagi manajemen level di atasnya, atau sebaliknya.

Representasi informasi: pelambangan informasi, misalnya: representasi biner.

Kuantitas informasi: satuan ukuran informasi. Tergantung representasi. Untuk representasi biner satuannya: bit, byte, word dll.

Kualitas informasi: bias terhadap error, karena: kesalahan cara pengukuran dan pengumpulan, kegagalan mengikuti prosedur prmrosesan, kehilangan atau data tidak terproses, kesalahan perekaman atau koreksi data, kesalahan file histori/master, kesalahan prosedur pemrosesan ketidak berfungsian sistem.

Umur informasi: kapan atau sampai kapan sebuah informasi memiliki nilai/arti bagi penggunanya. Ada condition informasion (mengacu pada titik waktu tertentu) dan operating information (menyatakan suatu perubahan pada suatu range waktu).

Kualitas Informasi ; tergantung dari 3 hal, yaitu informasi harus :
• Akurat, berarti informasi harus bebas dari kesalahan-kesalahan dan tidak bias atau menyesatkan. Akurat juga berarti informasi harus jelas mencerminkan masudnya.
• Tetap pada waktunya, berarti informasi yang datang pada penerima tidak boleh terlambat.
• Relevan, berarti informasi tersebut menpunyai manfaat untuk pemakainya. Relevansi informasi untuk tiap-tiap orang satu dengan yang lainnya berbeda.

Nilai Informasi ; ditentukan dari dua hal, yaitu manfaat dan biaya mendapatkannya. Suatu informasi dikatakan bernilai bila manfaatnya lebih efektif dibandingkan dengan biaya mendapatkannya. Pengukuran nilai informasi biasanya dihubungkan dengan analisis cost effectiveness atau cost benefit.

Definisi Sistem Informasi:

Suatu sistem terintegrasi yang mampu menyediakan informasi yang bermanfaat bagi penggunanya.

Atau ;

Sebuah sistem terintegrasi atau sistem manusia-mesin, untuk menyediakan informasi untuk mendukung operasi, manajemen dalam suatu organisasi.

Sistem ini memanfaatkan perangkat keras dan perangkat lunak komputer, prosedur manual, model manajemen dan basis data.

6
Dari definisi di atas terdapat beberapa kata kunci :

1. Berbasis komputer dan Sistem Manusia/Mesin
- Berbasis komputer: perancang harus memahami pengetahuan komputer dan
pemrosesan informasi
- Sistem manusia mesin: ada interaksi antara manusia sebagai pengelola dan mesin sebagai alat untuk memroses informasi. Ada proses manual yang harus dilakukan manusia dan ada proses yang terotomasi oleh mesin. Oleh karena itu diperlukan suatu
prosedur/manual sistem.
2. Sistem basis data terintegrasi
- Adanya penggunaan basis data secara bersama-sama (sharing) dalam sebuah data base manajemen system.
3. Mendukung Operasi
- Informasi yang diolah dan di hasilkan digunakan untuk mendukung operasi organisasi.

Istilah Sistem Informasi
= Manajemen Information System
= Information Processing System
= Information Decision System
= Information System.

Semuanya mengacu pada sebuah sistem informasi berbasis komputer yang dirancang untuk mendukung operasi, manajemen dan fungsi pengambilan keputusan suatu organisasi.

Menurut Robert A. Leitch ; sistem informasi adalah suatu sistem di dalam suatu organisasi yang mempertemukan kebutuhan pengolahan transaksi harian, mendukung operasi, bersifat manajerial dan kegiatan strategi dari suatu organisasi dan menyediakan pihak luar tertentu dengan laporan-laporan yang diperlukan.

Komponen Fisik Sistem Informasi:

1. Perangkat keras komputer: CPU, Storage, perangkat Input/Output, Terminal untuk interaksi, Media komunikasi data
2. Perangkat lunak komputer: perangkat lunak sistem (sistem operasi dan utilitinya), perangkat lunak umum aplikasi (bahasa pemrograman), perangkat lunak aplikasi (aplikasi akuntansi dll).
3. Basis data: penyimpanan data pada media penyimpan komputer.
4. Prosedur: langkah-langkah penggunaan sistem
5. Personil untuk pengelolaan operasi (SDM), meliputi:
- Clerical personnel (untuk menangani transaksi dan pemrosesan data dan melakukan inquiry = operator);
- First level manager: untuk mengelola pemrosesan data didukung dengan perencanaan, penjadwalan, identifikasi situasi out-of-control dan pengambilan keputusan level menengah ke bawah.
- Staff specialist: digunakan untuk analisis untuk perencanaan dan pelaporan.
- Management: untuk pembuatan laporan berkala, permintaan khsus, analisis khusus, laporan khsusus, pendukung identifikasi masalah dan peluang.

Aplikasi = program + prosedur pengoperasian.

7
HUBUNGAN PENGELOLA DENGAN SISTEM INFORMASI

Pada bagian 1 sudah disebutkan bahwa salah satu komponen dari sistem informasi adalah personel sebagai pengelola informasi. Oleh karena itu hubungan antara sistem informasi dengan pengelolanya sangat erat. Sistem informasi yang dibutuhkan sangat tergantung dari kebutuhan pengelolanya.

Pengelola sistem informasi terorganisasi dalam suatu struktur manajemen. Oleh karena itu bentuk / jenis sistem informasi yang diperlukan sesuai dengan level manajemennya.

Manajemen Level Atas: untuk perencanaan strategis, kebijakan dan pengambilan keputusan.
Manejemen Level Menengah: untuk perencanaan taktis.
Manejemen Level Bawah: untuk perencanan dan pengawasan operasi
Operator: untuk pemrosesan transaksi dan merespon permintaan.

Untuk pengembangan sebuah sistem informasi diperlukan struktur manajemen organisasi personil.
Strutktur dasarnya: Direktur Sistem Informasi
Manajer Pengembangan Sistem
Analis Sistem
Programmer
Manejer Komputer dan Operasi.
Variasi struktur manajemen sangat tergantung pada Managerial Efficiency vs User Service.



PERANCANGAN SISTEM INFORMASI

Perancangan sistem informasi merupakan pengembangan sistem baru dari sistem lama yang ada, dimana masalah-masalah yang terjadi pada sistem lama diharapkan sudah teratasi pada sistem yang baru.

SIKLUS HIDUP PENGEMBANGAN SISTEM INFORMASI (SYSTEM DEVELOPMENT LIFE CYCLES - SDLC)

Secara konseptual siklus pengembangan sebuah sistem informasi adalah sbb :

1. Analisis Sistem: menganalisis dan mendefinisikan masalah dan kemungkinan solusinya untuk sistem informasi dan proses organisasi.
2. Perancangan Sistem: merancang output, input, struktur file, program, prosedur, perangkat keras dan perangkat lunak yang diperlukan untuk mendukung sistem informasi
3. Pembangunan dan Testing Sistem: membangun perangkat lunak yang diperlukan untuk mendukung sistem dan melakukan testing secara akurat. Melakukan instalasi dan testing terhadap perangkat keras dan mengoperasikan perangkat lunak
4. Implementasi Sistem: beralih dari sistem lama ke sistem baru, melakukan pelatihan dan panduan seperlunya.
5. Operasi dan Perawatan: mendukung operasi sistem informasi dan melakukan perubahan atau tambahan fasilitas.
6. Evaluasi Sistem: mengevaluasi sejauih mana sistem telah dibangun dan seberapa bagus sistem telah dioperasikan.

8

Siklus tersebut berlangsung secara berulang-ulang. Siklus di atas merupakan model klasik
dari pengembangan sistem informasi. Model-model baru, seperti prototyping, spiral, 4GT dan kombinasi dikembangkan dari model klasik di atas.

ANALISIS SISTEM

Alasan pentingnya mengawali analisis sistem:
1. Problem-solving: sistem lama tidak berfungsi sesuai dengan kebutuhan. Untuk itu analisis diperlukan untuk memperbaiki sistem sehingga dapat berfungsi sesuai dengan kebutuhan.
2. Kebutuhan baru: adanya kebutuhan baru dalam organisasi atau lingkungan sehingga diperlukan adanya modifikasi atau tambahan sistem informasi untuk mendukung organisasi.
3. Mengimplementasikan ide atau teknologi baru.
4. Meningkatkan performansi sistem secara keseluruhan.

Batasan Analisis Sistem:

Aktifitas yang dilakukan dalam analisis sistem harus dapat menjawab pertanyaan umum, sbb:
1. Sistem baru apakah yang akan dibangun? atau
2. Sistem apakah yang akan ditambahkan atau dimodifikasi pada sistem lama yang sudah ada?
Untuk itu secara detail harus dijawab pertanyaan-pertanyaan:
1. Informasi apakah yang dibutuhkan?
2. Oleh siapa?
3. Kapan?
4. Dimana?
5. Dalam bentuk apa?
6. Bagaimana cara memperolehnya?
7. Dari mana asalnya?
8. Bagaimana cara mengumpulkannya?

Proposal mengadakan analisis sistem ; Berisi:

1. Definisi yang jelas dan konsisten tentang alasan untuk analisis
2. Definisi batasan analisis yang akan dilakukan
3. Identifikasi fakta yang akan dikumpulkan dan dipelajari selama analisis
4. Identifikasi sumber dimana fakta dapat diperoleh
5. Uraian tujuan dan kendala yang mungkin dalam analisis
6. Proyeksi kemungkinan masalah yang akan terjadi selama analisis
7. Jadwal tentatif analisis

Sumber-sumber fakta yang dapat dipelajari untuk analisis sistem:

1. Sistem yang ada
2. Sumber internal lain: orang, dokumen, dan hubungan antara orang-organisasi atau fungsi ada
3. Sumber External: interface dengan sistem lain, seminar, vendor, jurnal, textbook dan informasi atau ilmu lain yang berada diluar sistem

9
Kerangka Analisis:

1. Analisis terhadap level pembuat keputusan (manajemen organisasi): menganalisa organisasi, fungsi dan informasi yang dibutuhkan beserta informasi yang dihasilkan.
2. Analisis terhadap flow informasi: mengidentifikasi informasi apa yang diperlukan, siapa yang memerlukan, dari mana asalnya.
3. Analisis terhadap input dan output.

Dalam analisis ini digunakan teknik dan alat bantu, a.l: interview, questionaire, observation, sampling and document gathering, charting (organisasi, flow, dfd, ER, OO, dll), decision table and matric

Laporan hasil analisis:
Laporan hasil analisis harus berisi:
1. Uraian alasan dan scope (batasan) analisis
2. Deskripsi sistem yang ada dan operasinya.
3. Uraian tujuan (objektif) dan kendala sistem
4. Deskripsi tentang masalah-masalah yang belum teratasi dan potensi masalah
5. Uraian tentang asumsi-asumsi yang diambil oleh analis sistem selama proses analisis
6. Rekomendasi-rekomendasi sistem yang baru dan kebutuhannya untuk desain awal
7. Proyeksi kebutuhan sumber daya dan biaya yang diharapkan termasuk dalam desain sistem baru atau memodifikasinya. Proyeksi ini termasuk kelayakan untuk proses selanjutnya.

Katagori aspek kelayakan:
1. Kelayakan teknis: kelayakan perangkat keras dan perangkat lunak.
2. Kelayakan ekonomi: apakah ada keuntungan atau kerugian, efisiensi biasa operasional organisasi.
3. Kelayakan operasi: berhubungan dengan prosedur operasi dan orang yang menjalankan organisasi
4. Kelayakan jadwal: dapat menggunakan model-model penjadwalan seperti PERT dan
GANTT CHART. Apakah jadwal pengembangan layak atau tidak.

Hasil akhir analisis sistem (keputusan):
1. Hentikan pekerjaan, karena proposal tidak layak.
2. Tunggu beberapa saat, karena masih ada pertimbangan lain.
3. Modifikasi, manajemen memutuskan untuk memodifikasi prososal dengan subsistem lain.
4. Proses dengan syarat, ada persyaratan kelayakan.
5. Proses tanpa syarat, semua syarat terpenuhi. Proposal diterima dan proses dilanjutkan ke desain awal.

Siklus pengembangan sistem menurut J.F.Kelly ;
1. Penelitian sistem
a. Definisi ruang lingkup. b. Studi penelitian
2. Analisis dan desain sistem a. Studi penelitian
b. Pengumpulan data dan analisis c. Desain sistem
d. Rencana implementasi

10
3. Pengembangan sistem a. Pengembangan
b. Pengetesan
c. Pengoperasian d. Perawatan

Siklus pengembangan sistem menurut Martin L dan Thomas Harrel ;
1. Konsepsi sistem
2. Analisis pendahuluan
a. Pendefinisan masalah pendahuluan b. Investigasi
c. Persiapan usulan sistem
3. Desain sistem
a. Analisis terinci
b. Mendesain keputusan c. Mendesain sasaran
d. Rancang bangun sistem
4. Pemrograman
a. Memecahkan kembali rancang bangun
b. Mengembangkan bagan alir secara garis besar c. Menulis instruksi program
d. Merakit program
e. Mempersiapkan data untuk tes f. Melakukan pengetesan
g. Mengecek hasil
h. Mendiagnosa kesalahan i. Membetulkan program
j. Memulai pengetesan sistem
5. Dokumentasi
6. Instalasi sistem
7. Operasi sistem



PERANCANGAN SISTEM

Analisis sistem digunakan untuk menjawab pertanyaan what? Sedangkan desain digunakan untuk menjawab pertanyaan how? Desain berkonsentrasi pada bagaimana system dibangun untuk memenuhi kebutuhan pada fase analisis.

Elemen-elemen pengetahuan yang berhubungan dengan proses desain:
1. Sumber daya organisasi: bertumpu pada 5 unsur organisasi, yaitu: man, machines, material, money dan methods.
2. Informasi kebutuhan dari pemakai: informasi yang diperoleh dari pemakai selama fase analisis sistem.
3. Kebutuhan sistem: hasil dari analisis sistem.
4. Metode pemrosesan data, apakah: manual, elektromechanical, puched card, atau computer base.
5. Operasi data. Ada beberapa operasi dasar data, a.l: capture, classify, arrange, summarize, calculate, store, retrieve, reproduce dan disseminate.
6. Alat bantu desain, seperti: dfd, dcd, dd, decision table dll.

11
Langkah dasar dalam proses desain:

1. Mendefinisikan tujuan sistem (defining system goal), tidak hanya berdasarkan informasi pemakai, akan tetapi juga berupa telaah dari abstraksi dan karakteristik keseluruhan kebutuhan informasi sistem.

2. Membangun sebuah model konseptual (develop a conceptual model), berupa gambaran sistem secara keseluruhan yang menggambarkan satuan fungsional sebagai unit sistem.

3. Menerapkan kendala2 organisasi (applying organizational contraints). Menerapkan kendala-kendala sistem untuk memperoleh sistem yang paling optimal. Elemen organisasi merupakan kendala, sedangkan fungsi-fungsi yang harus dioptimalkan adalah: performance, reliability, cost, instalation schedule, maintenability, flexibility, grouwth potensial, life expectancy. Model untuk sistem optimal dapat digambarkan sebagai sebuah model yang mengandung: kebutuhan sistem dan sumber daya organisasi sebagai input; faktor bobot terdiri atas fungsi-fungsi optimal di atas; dan total nilai yang harus dioptimalkan dari faktor bobot tersebut.

4. Mendefinisikan aktifitas pemrosesan data (defining data processing activities).
Pendefinisian ini dapat dilakukan dengan pendekatan input-proses-output. Untuk menentukan hal ini diperlukan proses iteratif sbb:
a. Mengidentifikasn output terpenting untuk mendukung/mencapai tujuan sistem
(system’s goal)
b. Me-list field spesifik informasi yang diperlukan untuk menyediakan output tersebut c. Mengidentifikasi input data spesifikik yang diperlukan untuk membangun field
informasi yang diperlukan.
d. Mendeskripsikan operasi pemrosesan data yang diterapkan untuk mengolah input menjadi output yang diperlukan.
e. Mengidentifikasi elemen input yang menjadi masukan dan bagian yang disimpan selama pemrosesan input menjadi output.
f. Ulangi langkah a-e terus menerus samapi semua output yang dibutuhkan diperoleh. g. Bangun basis data yang akan mendukung efektifitas sistem untuk memenuhi
kebutuhan sistem, cara pemrosesan data dan karakteristik data.
h. Berdasarakan kendala-kendala pembangunan sistem, prioritas pendukung, estimasi cost pembangunan; kurangi input, output dan pemrosesan yang ekstrim
i. Definisikan berbagai titik kontrol untuk mengatur aktifitas pemrosesan data yang menentukan kualitas umum pemrosesan data.
j. Selesaikan format input dan output yang terbaik untuk desain sistem.

5. Menyiapkan proposal sistem desain. Proposal ini diperlukan untuk manajemen apakah proses selanjutnya layak untuk dilanjutkan atau tidak. Hal-hal yang perlu disiapkan dalam penyusunan proposal ini adalah:
a. Menyatakan ulang tentang alasan untuk mengawali kerja sistem termasuk tujuan/objektif khusus dan yang berhubungan dengan kebutuhan user dan desain sistem.
b. Menyiapkan model yang sederhana akan tetapi menyeluruh sistem yang akan diajukan.
c. Menampilkan semua sumber daya yang tersedia untuk mengimplementasikan dan merawat sistem.

12 d. Mengidentifikasi asumsi kritis dan masalah yang belum teratasi yang mungkin
berpengaruh terhadap desain sistem akhir.
Sedangkan format dari proposal desain ini sangat berfariasi akan tetapi mengandung hal- hal di atas.

Prinsip Dasar Desain

Ada 2 prinsip dasar desain, a.l:

1. Desain sistem monolitik. Ditekankan pada integrasi sistem. Resource mana yang bisa diintegrasikan untuk memperoleh sistem yang efektif terutama dalam cost.

2. Desain sistem modular. Ditekankan pada pemecahan fungsi-fungsi yang memiliki idependensi rendah menjadi modul-modul (subsistem fungsional) yang terpisah sehingga memudahkan kita untuk berkonsentrasi mendesain per modul. Sebuah sistem informasi dapat dipecah menjadi 7 subsistem fungsional, a.l: data collection, data processing, file update, data storage, data retrival, information report dan data processing controls.

Petunjuk umum dalam desain subsistem fungsional sebuah sistem informasi:

1. Sumber data sebaiknya hanya dikumpulkan sekali sebagai input ke sistem informasi.
2. Akurasi sumber data sangat tergantung pada banyaknya langkah untuk me-record, collect dan prepare data untuk prosessing. Semakin sedikit langkah semakin akurat.
3. Data yang dihasilkan dari sistem berbasis komputer sebaiknya tidak dimasukkan lagi ke sistem.
4. Pewaktuan yang diperlukan untuk mengumpulkan data harus lebih kecil dari pewaktuan informasi tersebut diperlukan.
5. Perlu pemilihan cara pengumpulan data yang paling optimal
6. Pengumpulan data tidak harus on-line, melainkan tergantung dari kebutuhan informasi.
7. Semua sumber data harus dapat di validasi dan diedit segera setelah di kumpulkan.
8. Data yang sudah divalidasi, sebaiknya tidak divalidasi pada proses selanjutnya.
9. Total kontrol harus segera di cek lagi sebelum dan sesudah sebuah aktifitas prosesing yang besar dilakukan.
10. Data harus dapat disimpan hanya di 1 tempat dalam basis data kecuali ada kendala sistem.
11. Semua field data sebaiknya memiliki prosedur entri dan maintenance.
12. Semua data harus dapat dicetak dalam format yang berarti untuk keperluan audit.
13. File transaksi harus di maintain paling tidak dalam 1 siklus update ke basis data.
14. Prosedur backup dan security harus disediakan untuk semua field data.
15. Setiap file non sequential perlu memiliki prosedur reorganisasi secara periodik.
16. Semua field data harus memiliki tanggal update/akses penyimpanan terakhir.

Untuk menganalisa sistem secara efektif, kita membutuhkan lebih dari sekedar perangkat permodelan; yaitu metode. Metode ini dari waktu ke waktu berubah sesuai dengan perkembangan teknologi. Siklus ini cenderung menglami perubahan yang berarti dengan ditemukannya bahasa generasi keempat dan terakhir generasi kelima dimana pendekatan dengan paradigma object-oriented dan kompatibilitas antar model.
Pada dasarnya ada dua metode pendekatan dalam membangun sistem, yang pertama yaitu top- down. Pada metode ini sistem yang diturunkan dari pemetaan secara global yang kemudian akan menurun ke arah yang lebih deskriptif. Metode ini dianalogikan sebagai pembuatan rumah yang dimulai dari aspek yang paling mendasar yaitu pondasi hingga ke bagian terkecil

13 misalnya sebuah kran pada kamar mandi. Metode kedua yaitu bottom-up, dimana sistem dipetakan dari satuan terkecil sehingga ke satuan terbesar, misalnya perakitan mobil. Pada awal 1980_an mulai dikenal teknik pendesainan terstruktur dengan menggunakan konsep pararel dan siklus, misalnya antara uji coba program dan pemrograman dapat dilakukan kerja pararel dan seandainya ada sesuatu yang salah ketika implementasi maka dilakukan survey, analisa dan desain ulang yang menggantikan metode pendesainan klasik yang cenderung serial.

Pada prinsipnya aktivitas pendesainan sistem secara terstruktur melingkupi :

ƒ Survey ; berfungsi untuk mengetahui kebutuhan pemakai, kesalahan-kesalahan dalam sistem lama, menetapkan tujuan perancangan, mengajukan usulan otomasi sistem yang layak dan dapat diterima, dan menyiapkan laporan survey yang berisi tentang segala sesuatu, pada poin di atas.
ƒ Analisa sistem ; menggabungkan laporan survey dan kebijakan pemakai menjadi
spesifikasi yang terstruktur dengan menggunakan permodelan.
ƒ Desain ; mengimplementasikan model yang diinginkan pemakai.
ƒ Implementasi ; merepresentasikan hasil desain ke dalam pemograman.
ƒ Uji coba desain ; menguji coba seluruh spesifikasi terstruktur.
ƒ Testing akhir ; menguji sistem secara keseluruhan.
ƒ Deskripsi prosedur ; pembuatan laporan teknis tertulis seperti petunjuk pemakaian dan
pengoperasian.
ƒ Konversi database ; mengkonversi data, soalnya kata data sudah berarti jamak pada
sistem sebelumnya.
ƒ Instalasi ; aspek terakhir yang mesti dilakukan mencakup, serah terima manual, perangkat
keras dan pelatihan pemakaian.
»» Selanjutnya>>>

Kacamata X-ray

Kacamata tembus pandang ini meskipun menggunakan gelombang radio dijamin aman di mata pemakainya. Gelombang Terahertz berada pada frekuensi antara gelombang mikro radar dan gelombang inframerah. Berada pada frekuensi 1 juta megahertz, tidak terlihat dan tidak mengganggu mata. Daya jangkau tembusnya yang lebih besar dari sinar X, membuat gelombang terahertz mampu mendeteksi benda pada jarak jauh yang disembunyikan di balik baju atau bungkusan.  
Teknologi ini nantinya tak hanya berguna untuk senjata antiteroris, mendeteksi senjata api, bahan peledak, hingga bahan kimia berbahaya. Tetapi boleh juga diaplikasikan untuk bidang kedoktoran seperti untuk mendeteksi kanser kulit, deteksi dini kerosakan gigi, dan juga mengendus peradangan narkotik. Selanjutnya teknologi terahertz ini boleh juga diaplikasikan di bidang astronomi untuk meneliti kandungan kimia di Nebula dan Atmosfera planet.

Oleh karenanya, dunia ilmiah terus melakukan petualangan untuk menuntaskan tuntutan hidup manusia itu melalui pengembangan peralatanyang dapat tembus pandang. Korea Selatan baru-baru ini berhasil mengembangkan kamera tembus pandang yang dapat menerobos baik bagian dalam baju maupun obyek di dalam kabut. Pengembangan kameragelombang milimeter untuk yang ke-dua kalinya di dunia
Suatu lembaga riset Korea Selatan pada tanggal 19 Oktober lalu di kota Yongin, propinsi Kyeonggi, menyelenggarakan presentasi tentang kemampuan MIRAE, Milimeter-Wave Imaging Radiometer Equipment, atau sejenis kamera yang mampu mendeteksi gelombang milimeter sehingga tembus pandang.
Dalam presentasi itu, MIRAE berhasil menangkap secara tepat posisi dan garis bentuk sebuah mobil yang berada di belakang layar tebal. Sementara itu, kamera biasa dan kamera sinar infra merah gagal menangkap posisi dan garis bentuk mobil itu. Disamping itu, kamera tembus pandang itu mampu mengambil imaji nyata obyek yang berada di dalam jilatan api dan asap kebakaran serta berhasil mendeteksi sebuah pistol yangdisembunyikan di dalam baju. Menurut lembaga tersebut, mereka berhasil mengembangkan kamera tembus pandang itu setelah mencurahkan usahanya selama 3 tahun terakhir. Hal ini merupakan keberhasilan kedua di dunia.
Rahasia gelombang milimeter Gelombang milimeter merupakan kunci utama bagi pengembangan kameratembus pandang. Teori tembus pandang menerapkan penggunaan gelombang sinar di luar areal sinar tampak yang tidak dapat dilihat atau dirasakan oleh manusia. Melalui proses penampilan imaji gelombang milimeter yang relatif panjang dibandingkan dengan gelombang sinar tampak dan sinar infra merah, kita dapat melihat objek yang berada dalam keadaan samar-samar akibat adanya penghalang.
Kamera gelombang milimeter dapat mengambil imaji obyek, melalui penerimaan gelombang milimeter yang dipancarkan langsung dari obyek itu secara alamiah. Penggunaan kamera ini tidak menimbulkan dampak negatif bagi kesehatan manusia. Apakah kamera sinar infra merah dan sinar-X yangsudah lama dipakai dalam kehidupan manusia, mampu tembus pandang?
Sinar yang mampu menembus penghalang Kita mampu melihat dengan tembus pandang melalui perubahan sinar infra merah yang dipancarkan dari tubuh kita secara alamiah menjadi sinar tampak, seperti halnya kamera sinar infra merah, meskipun kita tidak dapat melihat obyek di luar jangkauan sinar infra merah dan sinar ultra ungu. Sinar infra merah memiliki gelombang panjang dapat menembus baik kain baju maupun kegelapan untuk mencari posisi obyeknya. Fungsi itu sekarang diterapkan untuk melancarkan kegiatan SAR. Ditambah lagi, sinar-X di lapangan terbang digunakan untuk mendeteksi apa yang disembunyikan dalam balik pakaian atau tubuh manusia dalam rangka mencegah hal-halyang tidak diharapkan dalam perlindungan keamanan penumpang.
Dalam edisi baru-baru ini, majalah ilmiah Inggris, New Scientist memperkenalkan 10produk ilmu pengetahuan yang dapat mengubah pola kehidupan manusia secara besar-besaran dalam 30 tahun mendatang. Dalam produk tersebut, ada alat yang dapat kita gunakan untuk melihat sebuah benda yang disembunyikan, seperti halnya seorang Superman.
Dengan kata lain, dunia ilmu pengetahuan dan teknologi internasional kini berusaha semaksimal mungkin untuk mengembangkan teknologi tembus pandang. Tim riset Universitas Utah, Amerika Serikat berhasil mengembangkan teknologi yang dapat mengejar dan menangkap gerak-gerik manusia atau benda dibalik dinding tebal dengan alat pemancar radio tanpa kabel, dengan menerapkan metode pengambilan imaji vertikal tanpa kabel, atau RTI.
Angkatan darat Amerika Serikat juga berhasil mengembangkan teknologi LifeReader, yakni peralatan tanpa kabel yang dapat memonitor detak jantung dan pernapasan dalam waktu bersamaan terhadap sekelompok manusia. Ditambah lagi, sebuah teknologi canggih juga dikembangkan untuk mentransfer informasi yang dikumpulkan oleh kamera digital mini pada kaca mata yang dikenakan oleh tuna netra kepada elektroda yang dicangkokkan pada lidah tuna netra itu. Dengan kesimpulan, dalam waktu tidak lama lagi, pengembangan ilmu pengetahuan.
 Hasrat manusia yang ingin melihat objek yang tidak terlihat dengan mata telanjang. tp nampaknya tidak menjadi masalah saat ini. Sebagai contoh yang nyata, hobi menonton film dapat menjadi kesempatan untuk memenuhi hasrat manusia yang ingin mengintip kehidupan orang lain.

Hasrat manusia yang ingin melihat objek yang tidak terlihat dengan mata telanjang. tp nampaknya tidak menjadi masalah saat ini. Sebagai contoh yang nyata, hobi menonton film dapat menjadi kesempatan untuk memenuhi hasrat manusia yang ingin mengintip kehidupan orang lain.
Oleh kerananya, dunia ilmiah terus melakukan petualangan untuk menyelesaikan tuntutan hidup manusia itu melalui pengembangan peralatan yang dapat tembus pandang. Korea Selatan baru-baru ini berhasil mengembangkan kamera tembus pandang yang dapat menerobos baik bahagian dalam baju maupun objek di dalam kabut. Pengembangan kamera gelombang milimeter untuk yang ke-dua kalinya di dunia


Hasrat manusia yang ingin melihat objek yang tidak terlihat dengan mata telanjang. tp nampaknya tidak menjadi masalah saat ini. Sebagai contoh yang nyata, hobi menonton film dapat menjadi kesempatan untuk memenuhi hasrat manusia yang ingin mengintip kehidupan orang lain.

Oleh kerananya, dunia ilmiah terus melakukan petualangan untuk menyelesaikan tuntutan hidup manusia itu melalui pengembangan peralatan yang dapat tembus pandang. Korea Selatan baru-baru ini berhasil mengembangkan kamera tembus pandang yang dapat menerobos baik bahagian dalam baju maupun objek di dalam kabut. Pengembangan kamera gelombang milimeter untuk yang ke-dua kalinya di dunia

Suatu lembaga riset Korea Selatan pada  19 Oktober lalu di kota Yongin, wilayah Kyeonggi, menyelenggarakan presentasi tentang kemampuan MIRAE, Milimeter-Wave Imaging Radiometer Equipment, atau sejenis kamera yang mampu mendeteksi gelombang milimeter sehingga tembus pandang.

Dalam presentasi itu, MIRAE berhasil menangkap secara tepat posisi dan garis bentuk sebuah kereta yang berada di belakang layar tebal. Sementara itu, kamera biasa dan kamera sinar infra merah gagal menangkap posisi dan garis bentuk kereta itu. Disamping itu, kamera tembus pandang itu mampu mengambil imej nyata objek yang berada di dalam jilatan api dan asap kebakaran serta berhasil mendeteksi sebuah pistol yang disembunyikan di dalam baju. Menurut lembaga tersebut, mereka berhasil mengembangkan kamera tembus pandang itu setelah mencurahkan usahanya selama 3 tahun terakhir. Hal ini merupakan keberhasilan kedua di dunia.

Rahasia gelombang milimeter Gelombang milimeter merupakan kunci utama bagi pengembangan kamera tembus pandang. Teori tembus pandang menerapkan penggunaan gelombang sinar di luar areal sinar nampak yang tidak dapat dilihat atau dirasakan oleh manusia. Melalui proses penampilan imej gelombang milimeter yang relatif panjang dibandingkan dengan gelombang sinar nampak dan sinar infra merah, kita dapat melihat objek yang berada dalam keadaan samar-samar akibat adanya penghalang.

Kamera gelombang milimeter dapat mengambil imej objek, melalui penerimaan gelombang milimeter yang dipancarkan langsung dari obyek itu secara alamiah. Penggunaan kamera ini tidak menimbulkan kesan negatif bagi kesihatan manusia. Apakah kamera sinar infra merah dan sinar-X yang sudah lama dipakai dalam kehidupan manusia, mampu tembus pandang?

Sinar yang mampu menembus penghalang Kita mampu melihat dengan tembus pandang melalui perubahan sinar infra merah yang dipancarkan dari tubuh kita secara alamiah menjadi sinar nampak, seperti halnya kamera sinar infra merah, meskipun kita tidak dapat melihat objek di luar jangkauan sinar infra merah dan sinar ultra ungu. Sinar infra merah memiliki gelombang panjang dapat menembus baik kain baju maupun kegelapan untuk mencari posisi objeknya. Fungsi itu sekarang diterapkan untuk melancarkan kegiatan SAR. Ditambah lagi, sinar-X di lapangan terbang digunakan untuk mendeteksi apa yang disembunyikan dalam balik pakaian atau tubuh manusia dalam rangka mencegah hal-halyang tidak diharapkan dalam perlindungan keamanan penumpang.

Dalam edisi baru-baru ini, majalah ilmiah Inggris, New Scientist memperkenalkan 10produk ilmu pengetahuan yang dapat mengubah pola kehidupan manusia secara besar-besaran dalam 30 tahun mendatang. Dalam produk tersebut, ada alat yang dapat kita gunakan untuk melihat sebuah benda yang disembunyikan, seperti halnya seorang Superman.

Dengan kata lain, dunia ilmu pengetahuan dan teknologi international kini berusaha semaksimum mungkin untuk mengembangkan teknologi tembus pandang. Tim riset Universiti Utah, Amerika Serikat berhasil mengembangkan teknologi yang dapat mengejar dan menangkap gerak-gerik manusia atau benda dibalik dinding tebal dengan alat pemancar radio tanpa kabel, dengan menerapkan metode pengambilan imej vertikal tanpa kabel, atau RTI.

Angkatan darat Amerika Serikat juga berhasil mengembangkan teknologi LifeReader, yakni peralatan tanpa kabel yang dapat memonitor detak jantung dan pernafasan dalam waktu bersamaan terhadap sekelompok manusia. Ditambah lagi, sebuah teknologi canggih juga dikembangkan untuk mentransfer informasi yang dikumpulkan oleh kamera digital mini pada kaca mata yang dikenakan oleh tuna netra kepada elektrode yang dicangkokkan pada lidah tuna netra itu. Dengan kesimpulan, dalam waktu tidak lama lagi, pengembangan ilmu pengetahuan.
»» Selanjutnya>>>

Selain memperkenalkan layanan Flexi Mobile Broadband terbaru, Flexi juga mem-bundling empat smartphone Android dan tiga modem EVDO Rev. A.
Empat smartphone Android yang telah di-bundling dengan Flexi yaitu; ZTE Blade N880, Huawei C8650, IVIO DE88, dan Samsung Galaxy Y. Kemudian tiga modem EVDO Rev. A Flexi terbaru, yaitu; Huawei EC 156, Alcatel OT-X080C, dan Advan DE-A.
Untuk menikmati layanan Flexi Mobile Broadband, pelanggan harus menggunakan Kartu Perdana Flexi bertanda "Mobile Broadband". Layanan Flexi Mobile Broadband dapat dinikmati dengan Kartu Perdana Flexi bertanda “Mobile Broadband” atau bagi pelanggan lama dapat mengganti kartu lamanya dengan kartu Flexi Mobile Broadband di Plasa Telkom.
Setelah mengganti kartu Flexi lamanya menjadi kartu Flexi Mobile Broadband, maka pengguna dapat memaksimalkan fitur komunikasi dunia maya tak terbatas, seperti; streaming video, Facebook, Twitter.
Untuk info lebih lanjut hubungi 147 atau www.telkomflexi.com. Twitter : @FlexiIrit dan Facebook : Flexi Mania
»» Selanjutnya>>>


Recent Comments